Just another WordPress.com site

Nasib kaum komuter

sumber google

Hari ini tgl 20 september 2010 saya berangkat dari rumah di depok kekantor yang berlokasi di palmerah jakarta barat, seperti prediksi sebelumnya yang ada di tulisan saya yang berjudul ” awas jakarta dibanjiri kaum urban” ternyata benar-benar terbukti adanya, hari itu orang-orang sudah penuh sesak memenuhi jalan-jalan di Ibu Kota, terutama di jalan kawasan elit Pondok Indah  Jakarta selatan yang penghuninya adalah para orang-orang berpengaruh seperti pengusaha, orang orang parpol, dan lain-lain yang rumah-rumahnya  sangat mentereng dan kalau di hargai bisa berharga milyaran rupiah bahkan trilyunan (wah uangnya dari mana yah asalnya ?) tapi pada hari ini tentu ketika penghuninya akan melakukan kegiatan pasti akan terjebak kemacetan yang sangat luar biasa, karena jalan yang melewati kawasan itu banyak di gunakan oleh orang umum, yang berlokasi di daerah jabodetabek khususnya orang, depok, parung, bogor, sawangan, ciputat, yang setiap hari bekerja di jakarta tentu banyak yang melewati jalan ini, dan mungkin menjadi jalan favorit bagi mereka yang setiap hari akan berangkat pulang kerja di Jakarta, seperti saya ini para kaum komuter yang tinggal di depok tapi bekerja di Jakarta.

Beginilah nasib seorang komuter, sebenarnya sih saya tidak mengiginkan kerja setiap hari seperti ini yang selalu berkutat dengan kemacetan, yang entah sampai kapan permasalahan ini bisa teratasi bahkan mungkin tidak akan pernah ada ujung pangkalnya, belum lagi ada kendala di jalan seperti ban kempes atau bocor, menemui orang yang mengalami kecelakaan, apa lagi di sepanjang jalan Cinere raya (depok) tiap hari pasti saya menemukan jalan rusak, sampai-sampai dinas bina marga kota depok ada suatu wacana untuk mengusahakan betonisasi jalan di sepanjang Cinere raya ini, mudah-mudahan  saya doakan, agar wacana ini dapat terealisasi dengan cepat sehingga para pengguna jalan yang melewati jalan ini setiap harinya dapat dengan nyaman dan cepat untuk mencapai tujuan yang dituju, agar wilayah ini terbebas dari kemacetan yang panjang di sepanjang jalan ini, belum lagi tiba-tiba turun hujan di daerah ini maka akan sangat mempengaruhi daerah ini, seperti banjir di sekitar mall, atau semakin memperparah kondisi jalan di daerah ini sehingga bertambah rusak dan berlobang sehingga mau tidak mau jalan menjadi tersendat dan akan menjadi kendala  yang akan mempengaruhi pengguna jalan yang melewati daerah ini,  tapi mau apa lagi  karena tuntutan hidup demi mencari nafkah bagi anak dan istri di rumah, akhirnya saya jalani juga perjuangan ini, yah hidup adalah merupakan sebuah perjuangan yang harus di jalani walaupun ada rasa tidak nyaman dan mudah-mudahan  ini dicatat sebagai ibadah dimata Allah Swt, Amiinn.

Iklan

12 responses

  1. Semangat, bang!

    Macet sekarang gak cuma milik Jakarta 🙂

    September 20, 2010 pukul 4:41 pm

    • Baru tahu sekarang bahwa kemacetan ada dimana-mana ya, berati populasi di dunia khususnya di indonesia semakin banyak, berarti dunia semakin sempit, menjadi insproteksi diri untuk semua orang.

      September 21, 2010 pukul 12:59 am

      • Iya, terbukti semakin meningkatnya tingkat kelahiran bayi ke dunia ini(ini analisa ngawur saya yang mendapati banyaknya bayi lahir di daerah saya, he he he)

        September 21, 2010 pukul 1:26 am

      • Mudah-mudahan kiamat masih jauh ya, seiring masih banyaknya bayi-bayi yang lahir kedunia ini, walahualam bisawab

        September 21, 2010 pukul 1:42 am

  2. memang benar, jalan2 di jakarta sudah tak mampu lagi menampung jumlah kendaraan yg bertambah terus setiap hari .

    dengan adanya jalur khusus utk busway, malah menambah macet, bukannya mengurangi.

    mungkin solusi nya adalah, dgn meningkatkan kenyamanan dan keamanan berkendaraan umum, orang jadi mau naik kendaraan umum, apalagi bila tepat waktu, berjadwal seperti di negeri tetangga kita ( malaysia , singapore)
    salam

    September 21, 2010 pukul 7:30 am

    • Yah Indonesia mestinya harus meniru keadaan transportasi negara tetangga kita bunda

      September 22, 2010 pukul 4:44 am

  3. beli helikopter aja mas, jadi g kena macet, malah bisa asik nontonin muka orang-orang yg kusut gara-gara macet.. wkwkwk ^^v

    September 21, 2010 pukul 1:27 pm

    • Waaaa, harganya berapa ya ????

      September 22, 2010 pukul 4:37 am

  4. Jakarta memang benar-benar sudah sangat memerlukan Mass Rapid Transit pak, klo gak cepat-cepat dibangun siap-siap aja gak bisa jalan pergi ke kantor dan gak bisa lagi balik ke rumah waktu ke luar rumah 😦

    September 22, 2010 pukul 12:11 am

    • Yah perlu sekali tuh gan, masalah transportasi adalah maslah yang sangat penting dan harus diperhatikan oleh pemda DKI

      September 22, 2010 pukul 4:36 am

  5. Saya menikmati Jakarta pas libur idul fitri kemaren. Kemana-mana lancar… andaikan seperti itu terus….
    salam,

    September 22, 2010 pukul 7:40 pm

    • Betul paling nyaman jalan-jalan di Jakarta, pada hari raya idul fitri, sepiiii…., salam kenal juga yah

      September 23, 2010 pukul 3:55 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s