Just another WordPress.com site

Pelajaran untuk pihak KAI

sumber goggle

Suatu perjuangan yang sangat melelahkan bagi para pemudik baik yang mempunyai kendaraan sendiri, maupun yang menumpang kendaraan umum seperti pesawat terbang, kapal laut, bis, maupun kereta api, bagi orang yang berduit mungkin mudik terasa nyaman apabila ia mudik dengan menggunakan kendaraan pribadi maupun kendaraan umum terutama kereta api, karena tiket sudah dapat dibeli jauh-jauh hari dengan menggunakan sistim online atau agen seperti kelas bisnis & kelas eksekutif, tapi bagaimana dengan penumpang kelas ekonomi ?, ya seperti tahun-tahun sebelumnya kelas ekonomi ini selalu dikesampingkan, bagaimana tidak untuk mendapatkan tiket saja mereka sampai antri berjam-jam bahkan sampai ada yang menginap di stasiun hanya untuk mendapatkan sebuah tiket mereka harus berjuang untuk mendapatkannya dan berharap tercapainya tujuan mereka untuk bersilaturahmi dan mudik  demi bertemu keluarga mereka yang berada di kampung halaman masing-masing, sungguh sangat kontras sekali keadaan ini, yang membuat saya miris seharusnya pihak KAI harusnya sudah mengerti keadaan ini setiap tahunnya dan menjadi pelajaran bagi pihak KAI, harusnya pihak KAI juga memperhatikan para kaum marjinal ini, sehingga mereka kaum marjinal merasa nyaman dan di perhatikan oleh pihak KAI sebagai penyedia jasa transportasi ini, dan biar bagaimanapun mereka juga pelanggan dan manusia yang harus di layani dengan baik oleh pihak KAI, agar tahun-tahun berikutnya tidak terjadi seperti ini lagi, sehingga penumpang kelas ekonomi benar-benar dilayani dengan baik dan nyaman dan merasa di hargai sebagai manusia yang mempunyai derajat yang sama dengan mereka kaum yang berduit, jangan sampai mereka merasa, bahwa mentang-mentang orang susah segala apapun merasa dipersulit, bagaimana apakah anda setuju dengan posting saya ini, atau ada yang mau menambahkan?

Iklan

6 responses

  1. sepertinya,,, emang si KAI masih lalai deh..

    September 7, 2010 pukul 5:37 am

    • Ya nih, gimana mau melayani pelanggan dengan baik kalau cara pelayanannya seperti itu terus tiap tahun

      September 7, 2010 pukul 6:21 am

  2. Harusnya semua bisa di dapat cara OL, yah???
    Saya memang belum pernah ngantri, tapi melihatnya sangat kasihan, berdesakan,berebut dan parahnya akhirnya nggak kebagian 😦

    Saya kemarin aja sempat kecewa pas telpon mau pesan tiket Bus Executive buat mudik (saya di Bali mau mudik ke Malang). Mereka bilang harus datang kesana, padahal biasanya bisa sistem booking, untung ada teman yangmau berbaik hati ngebeliin…

    Memanfaatkan keadaan banget!

    Udah gitu yang bikin BT, harga udah naik masih ada catatan “Tuslah di bayar di atas Bus”

    Tahu begini mending jauh2 hari huntinng tiket pesawat meski harus turun di Surabaya!

    Beugh!

    September 7, 2010 pukul 11:39 am

    • Yah itulah nasib orang-orang golongan marjinal, pastinya kasihan deh, tiap tahun harus mengalami keadaan seperti itu, padahal mereka juga bayar, kan!, bukanya numpang.

      September 8, 2010 pukul 1:40 am

  3. aha! biar kaka’ saia baca postingan sampeyan mas 😉 dia karyawan PT KAI 😉

    September 7, 2010 pukul 2:37 pm

    • Boleh tuh neng, bisa langsung ngomong sama yang punya sangkutan karena kaka neng kerja di KAI jadi biar bisa cepet terealisasi masalahnya hee….

      September 8, 2010 pukul 1:38 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s