Just another WordPress.com site

Tradisi masyarakat kita dalam menyambut Idul Fitri

sumber google

Lebaran sebentar lagi, pastinya umat islam menyikapinya dengan suka cita dan kesedihan, suka cita karena kemenangan dalam melayani tamu istimewa yaitu bulan penuh barokah, kesedihan karena sebentar lagi tamu itu akan pergi dan akan meninggalkan kita dan akan datang lagi pada tahun berikutnya yaitu tahun depan yang belum tentu kita bisa dapat menjumpainya lagi.

bicara tentang lebaran tentunya kita tidak dapat menghindari tradisi atau kebiasaan masyarakat kita di Indonesia entah kalau di di negara muslim lainnya tradisi seperti apa. biasanya dalam meyambut lebaran para muslimin di tanah air tentu sibuk untuk menyambut hari kemenangan itu yaitu Hari raya Idul Fitri, di mana masyrakat kita banyak melakukan kegiatan- kegiatan yang antara lain ialah :

1. Membuat ketupat

Ya Idul fitri di Indonesia tidak luput dengan namamnya ketupat, ketupat yaitu panganan yang terbuat dari beras yang di rebus sampai berjam-jam hingga matang dengan menggunakan janur kelapa yg banyak di jual di pasar-pasar tradisional, dan biasanya ketupat di makan dengan di barengi dengan opor ayam dan sayur pepaya berkuah merah, srruuppp sedap…

2. Membuat kue

Untuk menyambut tamu yang datang ketika bersilaturahmi kerumahnya biasanya para ibu-ibu sibuk membuat kue untuk menjamu para sanak saudara, kerabat, dan teman, seperti membuat biji ketapang, kacang bawang kue-kue kering dan macam-macam dan apabila malas membuatnya biasanya ibu-ibu dapat membeli yang sudah jadi tanpa repot-repot membuatnya seperti kue-kue, biscuit, atau kacang dengan dapat membelinya di supermarket atau pasar tradisional

3. Memperindah rumah

Dan untuk menyambut tamu biasanya mereka juga memperindah rumahnya masing-masing, seperti mengecet rumah, mendesain rumah, atau merenovasi rumah, bahkan ada yang hanya memperbiki sedikit rumahnya agar kelihatan sedap di pandang oleh para tamu atau tetangga yang datang kerumahnya.

4. Servicei kendaraan

Bagi yang tidak mudik dalam menyambut lebaran, tentunya juga tidak melupakan untuk Service kendaraan, dimana kendaraan itu sangat berguna sekali untuk alat transpotasi untuk menuju sanak saudara yg berjauhan lokasinya untuk saling bersilaturahmi, bersalam-salaman dan meminta maaf.

5. Menggadai barang

Bagi yang mempunyai uang banyak atau orang kaya mungkin ritual tahunan ini tidak menjadi masalah, tetapi bagi orang yang hidupnya pas-pasan tentunya sangat membutuhkan  dana segar untuk menyambut idul fitri tersebut, sehingga banyak ibu-ibu yang  menggadaikan barang kepunyaannya seperti emas atau barang apa aja yang ia punya sehingga dapat dimanfaatkan untuk lebaran.

6. Membeli baju baru

Lebaran identik dengan baju baru, kebiasaan masyarakat kita adalah kalau menyambut lebaran harus  memakai baju baru, sehingga banyak masyarakat yang berbondong-bondong untuk berbelanja dan memenuhi pusat-pusat perbelanjaan seperti mall, supermarket dan pasar-pasar tradisional sekedar hanya untuk berbelanja untuk membeli pakaian yang akan di kenakan pada hari raya nanti.

Demikianlah postingan saya dalam mengulas tradisi-tradisi masyarakat kita dalam menyambut Idul fitri, mungkin ada yang mau menambahkan ? kerena biasanya lain daerah, lain pula tradisinya.

Iklan

2 responses

  1. Klo dulu pas masih jadi anak2, tradisi saya memecah celengan 😀

    September 1, 2010 pukul 9:36 am

    • Wah tradisinya beda dengan disini yah, kalau memecah celengan disini biasanya dilaksanakan pada perayaan hari kemerdekaan setiap tanggal 17 agustus 2010, ma kasih ya sudah mampir ke blog saya semoga silaturahmi ini terus berjalan dengan erat, dan saya doakan blog anda tambah ramai pengunjungnya,amiinn

      September 2, 2010 pukul 1:19 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s