Just another WordPress.com site

Archive for September, 2010

Kasus Blowfish rusuh di Ampera


Lagi-lagi rusuh, baru kemaren terjadi Kerusuhan Tarakan kini di Jakarta juga terjadi kerusuhan. Bentrokan itu terjadi diantara dua kubu sebelum persidangan kasus Blowfish di depan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pecah, Rabu (29/9/2010). Mereka adalah kubu pendukung tedakwa Bernandus Maela dan kubu yang berseteru dengannya.

Tiga korban dinyatakan tewas dan sejumlah korban lain mengalami luka serius akibat bacokan. Tiga polisi pun juga terluka terkena sabetan golok. Bahkan, Kapolres Jakarta Selatan Kombes Gatot Edy terserempet peluru di kakinya.

Berikut adalah kronologi awal kasus Blowfish hingga masuk ke proses persidangan dan detik-detik terjadinya tragedi kerusuhan antarpendukung pada siang tadi.

4 April 2010
Perkelahian antara dua kelompok suku yaitu Ambon dan Flores meledak di Blowfish, klub kongkow elite di Jakarta yang bertempat di Plaza City sekitar pukul 01.00 WIB. Perkelahian bermula saat seorang pemuda 17 tahun berusaha menerabas masuk klub. Saat bodyguard melarang masuk, ia memaksa dan akhirnya dipukuli oleh petugas satpam yang terlebih dahulu dipukulinya. Laki-laki itu mengaku anak pejabat, dan janji akan membalas.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Boy Rafli Amar kala itu mengatakan, peristiwa itu berlatar belakang kekesalan petugas keamanan yang sebelumnya dipukul pengunjung karena tak tersedianya meja. Dalam bentrokan itu, M Soleh meninggal disusul oleh temannya, Yopi Inggratubun, yang meninggal dua minggu kemudian setelah dirawat di RS Medistra.

22 September 2010
Persidangan insiden Blowfish digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan untuk kali perdana. Terdakwa kasus Blowfish, Bernadus Melala dan Kanor Lolo, didudukkan di kursi terdakwa. Namun, mereka lalu diamuk dan dipukuli pengunjung sidang dari kelompok berbeda yang bertikai saat hendak dibawa keluar dari ruang tahanan pengadilan menuju ruang sidang. Polisi sempat beberapa kali melepaskan tembakan peringatan, tetapi tetap tak mampu menghadang bentrok antara dua kubu.

Kasus Blowfish Rusuh di Ampera (Kronologis)

29 September 2010
Agenda persidangan lanjutan kasus Blowfish. Agenda ini bertepatan juga dengan agenda persidangan perdana mantan Kabareskrim Polri Komjen Susno Duadji dalam dua perkara suap dan korupsi masing-masing menerima suap dalam penanganan kasus Arowana dan perkara korupsi dana pengamanan Pilkada Jawa Barat tahun 2008.

Pukul 09.00
Sebanyak dua SSK polisi Samapta dan Antihuru-hara disiapkan oleh kepolisian lengkap dengan tameng dan helm pelindungnya guna mengamankan dan mengantisipasi terjadinya kembali aksi kerusuhan pengunjung sidang Blowfish. Pengunjung sidang Blowfish dan Susno sudah mulai terlihat mendatangi Pengadilan Negeri.

Pukul 10.30
Susno tiba di Pengadilan dengan pengawalan ketat. Kericuhan terjadi kala pemburu berita mencoba mengabadikan kedatangan dan sidang perdana mantan Kapolda Jawa Barat itu. Satu kaca nako ruang pos bantuan hukum Ikadin di pengadilan pecah karena kericuhan.

Pukul 11.00
Susno dihadapkan ke persidangan dengan agenda pembacaan dakwaan. Ruang sidang utama dipenuhi pengunjung, keluarga Susno, dan awak media. Di sisi lain, pengunjung sidang Blowfish berkeliaran mulai memenuhi lokasi persidangan.

Pukul 12.00
Susno selesai melalui persidangan perdananya. Kericuhan kembali terjadi saat pemburu media berlomba mengabadikan dirinya dan memintai tanggapannya seputar dakwaan jaksa. Ibunda Susno, Mardiyah, dan keluarga besar Susno pun turut terseret desak-desakan dan aksi dorong yang mewarnai kericuhan.

Pukul 13.00
Aksi kerusuhan mulai pecah di antara kedua kubu “Blowfish” di luar area pengadilan, tepatnya di Jl Ampera Raya, di depan PN Jakarta Selatan. Kericuhan diduga bermula dari isu di antara kedua kelompok. Beredar kabar, salah satu kelompok mendatangi pengadilan dengan menumpang Kopaja jurusan Tanah Abang-Blok M guna melakukan aksi penyerangan lanjutan terhadap salah satu kelompok sebagai imbas dari kerusuhan sidang sebelumnya.

Salah satu kelompok yang mendengar isu itu menghampiri kelompok satunya dan berusaha menghadang kelompok lawan mereka di sekitar Jl Ampera sebelum sampai di depan Pengadilan. Badan bus Kopaja 608 yang diisukan ditumpangi lawan mereka itu pun menjadi sasaran amuk. Kaca dan kursi hancur karena dipukul dengan kayu dan batu. Beberapa orang juga terlihat menggoyang-goyangkan bus tersebut, sedangkan sebagian lain berniat membakar bus dengan memantik korek. Bus yang terparkir di depan toko buah Total Fresh tersebut terus menjadi bulan-bulanan massa. Namun, rencana membakar bus tersebut kemudian dibatalkan karena sebagian orang berusaha menghalangi hal tersebut.

Aksi saling pukul dan lempar batu pun mulai terjadi di antara kedua kubu. Suasana mencekam. Warga dan pengguna jalan yang melintas dengan kendaraan ketakutan. Lalu lintas yang sebelumnya sudah macet menjadi tambah macet. Tembakan peringatan dan tembakan lainnya mulai terdengar bersahut-sahutan. Parang dan pedang tergenggam saling terayun dari masing-masing anggota kelompok ke arah masing-masing anggota kelompok lawan. Di antara mereka juga diketahui membawa senjata api. Seorang lelaki tampak terkapar di tengah jalan. Darah berlinang di tubuhnya.

Pukul 14.00
Personel kepolisian Antihuru-hara tambahan dari Polres Jakarta Pusat datang. Disusul oleh kedatangan satu ambulans PMI Jakarta Selatan dan beberapa mobil polisi lainnya. Korban kerusuhan mulai dievakuasi satu demi satu setelah sebelumnya sempat terabaikan karena tidak ada petugas medis.

Pukul 14.50
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Boy Raffli Amar mendatangi lokasi. Kapolda Metro Jaya Irjen Timur Pradopo menyusul datang meninjau lokasi. Boy melansir, tiga orang menjadi korban tewas akibat bentrok dan lebih dari sepuluh orang luka-luka. (Sumber: kompas.com)


Prospek bisnis cacing, anda tertarik ??


Cacing tanah

Cacing.

Anda pasti paham betul dengan hewan yang satu ini.

Bahkan sebagian dari anda pasti geli, jijik, takut, atau bahkan phobia sehingga tak sungkan untuk berteriak kaget, bahkan mengumpat-umpat bila secara tidak sengaja bersentuhan dengan “kaum cacing” dan sebangsanya.

Tentu saja saya tidak akan membahas cacing dalam tataran ilmu biologi kehewanan, karena saya terus terang bukan guru biologi atau dalam konteks yang lebih berbau science, sekalipun dulu saya sempat menikmati bangku kuliah di fakultas peternakan Unibraw Malang, ha..ha..ha..

Disini saya ingin bercerita tentang sisi bisnis dari salah satu keluarga cacing, yang umumnya dipakai oleh orang-orang yang bergelut dengan dunia budidaya ikan.

Jika anda termasuk penggemar ikan hias atau pembibit lele, anda pasti paham betul dengan jenis cacing ini.

Ya, anda benar sekali. Cacing sutra alias cacing merah.

Begini ceritanya :

Hampir setiap malam, saya melihat 2 – 3 mobil pickup chevrolet membawa muatan berisi nampan-nampan plastik berisi air dan daun-daun semacam kangkung, ditata pada wadah dari susunan bilah bambu yang ditumpuk rapi, kemudian diikat tali karet ban supaya tidak tumpah saat perjalanan.

Semula saya kira mereka sedang mengangkut bibit tanaman sayur untuk dibawa ke daerah pegunungan, yang jalurnya memang melewati depan rumah yang saya tempati. Berbulan-bulan, saya cuek aja dengan pemandangan itu. Terlebih kalo melihat mobil yang dipakai tergolong mobil butut, yang biasanya dipakai untuk mengangkut hasil kebun,…he..he..

Hingga beberapa hari yang lalu, saat saya baru aja menjemput istri saya dari tempat kerjanya, ada satu mobil chevrolet yang parkir tepat didepan pintu pagar rumah. Untung saja masih ada sedikit ruang bebas untuk memasukkan motor ke garasi.

Sambil basa-basi, saya bertanya pada sopir yang duduk sambil merokok didepan kemudi: “Lagi nunggu teman ya pak?”

Jawab dia : “Nggih mas” (Nggih = Iya dlm bahasa Jawa Halus)

“Bawa bibit apa pak”, tanya saya

“Bukan bibit, tapi cacing”, jawabnya

Busyettt!, dalam hatiku. Jadi anggapanku selama ini adalah salah total !

“Cacing apa pak?”

“Cacing merah, itu yang biasa buat pakan ikan “

“Buat pakan bibit lele atau ikan hias”, tambahnya lagi.

Dasar kepingin tahu, langsung aja aku cecar dengan pertanyaan-pertanyaan lagi.

“Oooo, terus ambilnya dari mana pak ?” tanyaku

“Dari pengepul di Surabaya”

“Dikirim kemana ?”

“Ini lagi ngirim ke Kediri, kapan hari kemarin kirim ke Tulungagung”

“Tiap hari pak ?”

“Nggih mas, rata-rata 2 mobil perhari”

“Satu mobil isi berapa kilo pak ?”

“Bukan satuan kilo mas, tapi pake nampan plastik berisi cacing ukuran 1 kaleng susu krim”

“Ooo, begitu ya”

“Satu mobil isi 750 nampan “

“Sekaleng berapa belinya ?”

“Di pengepul harganya seribu rupiah”

“Terus disana dijual berapa ?”

“Di level agen dihargai seribu enam ratus, terus sama agen dijual dua ribu ke pengecer”

“Wah, kalo gitu lumayan juga bisnis cacing ya?”

“Alhamdulillah mas, ini udah jalan 15 tahun lebih”

“Apalagi waktu kemarin pas rame-ramenya bisnis ikan Lou Han”, tambahnya lagi.

“Pak, emang di Kediri tidak ada cacing merah, kok sampe kirimnya dari Surabaya ?”

“Ada sih, tapi tidak sebanyak di Surabaya. Disana kan banyak got dan saluran limbah dari pemukiman dan pabrik”

“Ooo, begitu ya”

“Emang tidak bisa diternakkan di Kediri ?”

“Waah, kayaknya belum bisa…”

“Kalau di Surabaya kan tinggal ambil dari sungai”, tambahnya

Tak lama kemudian datanglah mobil temannya. Sama-sama butut, dan membawa muatan serupa.

“Sampun mas, saya berangkat dulu” katanya, sambil menghidupkan mesin mobil.

“Monggo-monggo” kata saya. (Monggo = Silahkan dlm bahasa Jawa)

Wah, benar-benar gak nyangka deh kalo cacing aja bisa dibuat jadi bisnis yang menjanjikan.

Coba kita hitung secara kasar :

Anggap saja sebulan 25 kali pengiriman.

Modal beli cacing ke pengepul mobil = 750 kaleng @ Rp.1000,- = Rp.750.000.,-

Harga jual ke agen = Rp.1600,- x 750 = Rp.1.200.000,-

Jadi keuntungan kotor dalam sebulan = 25 x (Rp.1.200.000 – Rp.750.000) = Rp.11.250.000,-

Ini masih harus dikurangi dengan biaya-biaya tiap pengiriman sebagai berikut :

Biaya pengiriman Solar +/- 30 liter@ Rp.4.300,- = Rp.129.000,-

Uang makan buat sopir + kenek, anggap aja = Rp.30.000,-

Maka biaya kirim sebulan = 25 x (129.000 + 30.000) = 3.975.000

Gaji Sopir + Kenek = Rp. 2.000.000,- / bulan

Biaya perawatan mobil sebulan diasumsikan Rp.750.000,-

Total biaya sebulan = Rp.6.725.000,-

So, masih ada keuntungan bersih = Rp. 4.525.000,-

Itu kalo kirimnya 1 mobil, bayangkan aja kalo 2 atau 3 mobil,..

So, bagaimana menurut anda ?

Sumber : http://www.shvoong.com


Mudahnya mengurus santunan kematian


Lambang Kota Depok

Ada rasa sedih dan juga lega, ketika tetangga saya sedang tertimpa bencana yaitu bencana kematian, pada waktu itu suaminya meninggal dunia pada saat itu keluarga almarhum sangat repot sekali, repot dengan keadaanya karena yang meninggal adalah tulang punggung keluarga, saya jadi berpikir bagaimana nanti setelahnya sepeninggal suaminya itu ya ?, untuk menopang kebutuhan hidup sehari-hari, sekarang saja ketika suaminya meninggal sudah dibuat repot dengan masalah keuangan, apa lagi nanti kedepannya, kasihan memang tapi apa mau dikata, tetangga-tetangga seperti saya ini paling hanya membantu sekedarnya, termasuk saya hanya bisa membantu masalah pemakaman,menyolatkan, dll tentunya hal-hal yang kecil-kecil.

Dan yang lebih membanggakan perasaan saya adalah bahwa para tetangga yang ada dilingkungan saya selalu bahu membahu untuk membantu sohibul musibah, dan masalah keuanganpun diminta perkeluarga seikhlasnya dan ketika sudah terkumpul maka akan diberikan kepada keluarga almarhum tentunya, dan yang lebih melegakan saya dan para tetangga adalah dengan adanya santunan dari pemda setempat sekitar Rp.2.000.000.- rupiah bagi warga depok yang mengalami musibah kematian, suatu angka yang terbilang lumayan karena dengan santunan tersebut, sohibul musibah akan mendapatkan keringanan tentunya dikala mengurus pemakaman, dan pemandian karena dalam mengurus pemakaman sendiri dan pemandian tentunya akan memakan biaya yang tidak sedikit tentunya belum lagi setelah itu mereka pasti mengadakan selamatan atau sedekahan, untuk mengiringi doa bagi arwah yang telah dipanggil oleh sang Khalik, yang  juga akan memakan biaya yang tidak sedikit juga, sebagai perbandingan saja ketika saya mengalami sendiri musibah ini yaitu ketika ibu tercinta saya meninggal dunia, kebetulan orang tua saya tinggal di wilayah DKI Jakarta, ongkos biaya pemakaman sekitar Rp.1.000.000.- , untuk pemandian sekitar Rp.500rb, sampai Rp.700rb tergantung dari nego kita, tentunya ditempat lain khususnya di Kota Depok tentunya  tidak jauh dari angka-angka ini, dan itu sangat memberatkan warga yang terkena musibah.

Dan dengan adanya santunan ini tentunya akan sangat membantu bagi keluarga yang terkena musibah (ahli waris), apalagi keluarga tersebut merupakan keluarga dari kalangan tidak mampu, yang tentunya sangat mengharapkan bantuan tersebut, dan hebatnya lagi santunan itu dalam pengurusannya sangat mudah sekali dan tidak repot,  yang penting kita harus  mengurus dulu surat keterangan kematian  kemudian lampirkan foto copy KTP, dan KK setelah itu nanti akan di urus oleh ketua lingkungan, dan prosesnya sekitar sebulan kalau lancar santunan itu akan keluar dan akan diberikan kepada ahli waris, sangat mudah bukan, karena di Jakarta sendiri menurut sepengetahuan saya tidak ada, tapi di Depok santunan kematian ada, sehingga sangat membantu warganya, bagaimana dengan tempat tinggal anda ?


Mudahnya buat KTP di Kota Depok, Jawa Barat


Mobil keliling, sumber google

Kata siapa  membuat KTP sulit, ternyata tidak tuh !, ketika saya cuti hari kerja kemaren yang memang sengaja untuk membuat KTP saya, yang memang sudah harus diperpanjang dan umur KTPnya sudah mau habis, akhirnya saya berusaha memberanikan diri untuk mengurus sendiri sambil membayangkan betapa sulit dan ribetnya dalam mengurus pembutan KTP tersebut, karena selama ini saya sering mendengar  selentingan kabar dari beberapa tetangga di sekitar lingkungan tempat saya tinggal yang katanya selama ini apabila ada warga depok yang akan membuat KTP sangat sulit prosesnya dan lama sekali pembuatanya karena bisa sampai memakan waktu sampai 3 bulan, bahkan sampai berbulan-bulan padahal keberadaan KTP sebagai dokumen setiap individu sangat penting artinya bagi warga itu sendiri, karena KTP tersebut bisa di gunakan untuk beberpa keperluan seperti, mengurus SIM, aktivasi di Bank, mengurus kematian, mengurus pajak dan masih banyak manfaat yang sangat diperlukan bagi warga itu sendiri.

Ketika saya mendengar kabar bahwa sekarang membuat KTP di Depok tidak perlu kekelurahan, tapi dengan memanfaatkan mobil pembuatan KTP keliling yang disediakan oleh SUDINCAPIL (Suku Dinas Catatan Sipil) Kota Depok, yang  jadwal dan tempatnya  ditentukan oleh pengelola Mall atau salah satu Instansi yang ada di Kota Depok, dan kebeneran pada saat itu, pembuatan KTP keliling berlokasi di DTC (Depok Town Center) salah satu Mall yang lokasinya sangat dekat dengan tempat tinggal saya di daerah Sawangan Depok Jawa Barat no.1 tepatnya dimuka perumahan Maha Raja Depok, dan jadwal yang ada dilokasi itu adalah setiap bulan setiap minggu pertama dan minggu ketiga.

Pertama-tama saya mengumpulkan syarat-syarat yang harus dipenuhi, misalnya KTP asli lama, surat pengantar dari Rt dan Rw dan yang terakhir adalah foto copy kartu keluarga (KK), dengan sedikit kesabaran, disana sudah banyak orang-orang yang menunggu dan yang  akan membuat dokumen pribadi mereka masing-masing, serta dengan sabar mereka mengantri untuk dipanggil satu persatu untuk diambil gambar foto diri mereka akhirnya   sekitar 30 menit saya menunggu dengan sedikit kesabaran  kini tinggal giliran saya untuk dipanggil untuk diambil foto diri saya dan ketika saya masuk kedalam mobil keliling tersebut, akhirnya saya diminta untuk diambil gambar diri saya, prosesnya seperti dalam pembuatan SIM, dimana kita tidak perlu membawa foto diri kita tapi kita langsung di foto dimobil itu,  kira-kira kurang dari 5 menit  saya sudah menyelesaikan kegiatan tersebut, setelah itu saya diminta menunggu lagi kira-kira  30 menit berjalan, saya dipanggil lagi untuk untuk mengambil dokumen pribadi saya itu, setelah dicetak dan dilaminating oleh petugas akhirnya selesai juga KTP saya, dan ternyata membuat KTP didaerah saya sangatlah mudah, tidak lama, tidak report, cepat lagi, he… kaya iklan saja.

Bagaimana pembuatan KTP didaerah anda mudah atau ribert  hanya anda yang tahu, dan bagi warga depok khususnya kami informasikan apabila ingin mengetahui lebih lanjut tentang pengadaan pembuatan KTP keliling bisa menghubungi SUDINCAPIL (Suku Dinas Catatan Sipil) Kota Depok Jawa Barat dengan nomor yang bisa dihubungi 021-776256 atau 021-77217457 (jam kantor) semoga informasi ini bermanfaat buat anda khususnya warga Depok dimana saja berada dan pengadaan KTP keliling ini hanya diperuntukan hanya untuk perpanjangan KTP, dengan hanya membawa syarat-syarat seperti, KTP asli lama, foto copy KK, dan yang terakhir surat pengantar dari Rt/Rw, maka kita sudah mempunyai KTP baru, selamat mencoba.


Nasib kaum komuter


sumber google

Hari ini tgl 20 september 2010 saya berangkat dari rumah di depok kekantor yang berlokasi di palmerah jakarta barat, seperti prediksi sebelumnya yang ada di tulisan saya yang berjudul ” awas jakarta dibanjiri kaum urban” ternyata benar-benar terbukti adanya, hari itu orang-orang sudah penuh sesak memenuhi jalan-jalan di Ibu Kota, terutama di jalan kawasan elit Pondok Indah  Jakarta selatan yang penghuninya adalah para orang-orang berpengaruh seperti pengusaha, orang orang parpol, dan lain-lain yang rumah-rumahnya  sangat mentereng dan kalau di hargai bisa berharga milyaran rupiah bahkan trilyunan (wah uangnya dari mana yah asalnya ?) tapi pada hari ini tentu ketika penghuninya akan melakukan kegiatan pasti akan terjebak kemacetan yang sangat luar biasa, karena jalan yang melewati kawasan itu banyak di gunakan oleh orang umum, yang berlokasi di daerah jabodetabek khususnya orang, depok, parung, bogor, sawangan, ciputat, yang setiap hari bekerja di jakarta tentu banyak yang melewati jalan ini, dan mungkin menjadi jalan favorit bagi mereka yang setiap hari akan berangkat pulang kerja di Jakarta, seperti saya ini para kaum komuter yang tinggal di depok tapi bekerja di Jakarta.

Beginilah nasib seorang komuter, sebenarnya sih saya tidak mengiginkan kerja setiap hari seperti ini yang selalu berkutat dengan kemacetan, yang entah sampai kapan permasalahan ini bisa teratasi bahkan mungkin tidak akan pernah ada ujung pangkalnya, belum lagi ada kendala di jalan seperti ban kempes atau bocor, menemui orang yang mengalami kecelakaan, apa lagi di sepanjang jalan Cinere raya (depok) tiap hari pasti saya menemukan jalan rusak, sampai-sampai dinas bina marga kota depok ada suatu wacana untuk mengusahakan betonisasi jalan di sepanjang Cinere raya ini, mudah-mudahan  saya doakan, agar wacana ini dapat terealisasi dengan cepat sehingga para pengguna jalan yang melewati jalan ini setiap harinya dapat dengan nyaman dan cepat untuk mencapai tujuan yang dituju, agar wilayah ini terbebas dari kemacetan yang panjang di sepanjang jalan ini, belum lagi tiba-tiba turun hujan di daerah ini maka akan sangat mempengaruhi daerah ini, seperti banjir di sekitar mall, atau semakin memperparah kondisi jalan di daerah ini sehingga bertambah rusak dan berlobang sehingga mau tidak mau jalan menjadi tersendat dan akan menjadi kendala  yang akan mempengaruhi pengguna jalan yang melewati daerah ini,  tapi mau apa lagi  karena tuntutan hidup demi mencari nafkah bagi anak dan istri di rumah, akhirnya saya jalani juga perjuangan ini, yah hidup adalah merupakan sebuah perjuangan yang harus di jalani walaupun ada rasa tidak nyaman dan mudah-mudahan  ini dicatat sebagai ibadah dimata Allah Swt, Amiinn.




Awas jakarta didatangi kaum urban


sumber google

Dua hari masuk kerja dari tanggal 15 september 2010 jalan-jalan masih kelihatan lenggang, entah beberapa hari kedepan mungkin jakarta sudah padat dan macet kembali tentunya dan berakibat  jalan-jalan menjadi sumpeg dan ramai oleh para pengendara. yah beginilah nasib kaum komuter seperti saya yang tinggal di wilayah Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tanggerang Dan Bekasi) dan saya termasuk orang yang tinggal disalah satu daerah tersebut tepatnya di daerah depok, yang betrkantor di Jakarta, tentunya setiap hari berkutat dengan kemacetan yang ada di Jakarta.

Beberapa hari yang lalu lebaran sudah lewat, sejenak jakarta di tinggal oleh penghuninya untuk berleberan di kampung halamannya masing-masing alias mudik, sudah tradisi memang setiap tahun jakarta ditinggalkan oleh warganya untuk berlebaran di kampungnya masing-masing sehingga jakarta terasa nyaman dan damai, tapi beberpa hari kedepan dan puncaknya hari minggu dan sabtu kemungkinan akan terjadi lonjakan arus balik dari daerah menuju jakarta yang akan di datangi kaum urban, dan pada hari seninnya Jakarta mulai penuh, sesak, dan macet lagi seperti hari-hari biasanya karena semua orang sudah mulai beraktifitas kembali dengan aktifitas dan kegiatanya masing-masing.

Dan setiap tahun penduduk Jakarta akan bertambah dengan sangat signifikan dimana setiap sehabis mudik mereka mengajak salah satu atau beberapa anggota keluarganya ke Jakarta untuk mengadu nasib di Ibu Kota tercinta ini, mengapa mereka di ajak atau mengikuti saudaranya yang sudah lebih dahulu di Jakarta ? inilah pertanyaan yang sering kali muncul dibenak saya, mungkin mereka melihat saudaranya yang mudik dengan bergemilangan kemewahan dimana setiap mudik atau pulang kampung tanpa sadar mereka pamer terhadap sanak saudaranya yang ada di kampung, dimana setiap mudik tentunya mereka akan membawa bawaaan yang serba mewah karena gengsi pada saudaranya yang berada dikampung seperti membawa kendaraan mobil atau motor dan dengan penampilan yang perlente seperti memakai perhiasan, belum lagi mereka royal terhadap sudara-saudaranya yang ada di kampung sehingga terkesan sukses hidup di Jakarta, sehingga membuat mereka iri untuk mengadu nasib di Jakarta dan akhirnya mereka berbondong-bondong untuk ikut dan akan mengadu nasib di jakarta,  saya rasa itu perkiraan saya entahlah, perkiraan teman-teman bloger.

Untuk menghadapi situasi ini tentunya pemda jakarta sudah mengantisipasi jauh-jauh hari sebelumnya seperti menghimbau warganya agar jangan mengajak saudaranya ke jakarta atau berkolaborasi dengan pemerintah pusat dimana pemerintah pusat harus memeratakan perekonomian nasional sehingga tidak selalu bertumpu atau berpusat di Ibu Kota, dan mudah-mudahan banyak kaum urban yang berpikir dua kali untuk  mendatangi ibu kota.